Berkembangnya Budaya Kerinci Di Malaysia Bersama Puan Mastura



Malaysia, KK
Budaya Kerinci yang tak lekang karena panas dan tak lapuk karena hujan, kian membuktikan kesaktian pepatah adat ini. Fenomena penting yang dapat dikutip dari perjalanan sejarah budaya Kerinci tak bisa dielakkan melalui fakta yang terjadi ditengah perkembangan era globalisasi saat ini. 

Kabar Kerinci mencoba menelusuri dan mengupas sedikit cerita dari negara tetangga yakni negara Malaysia dengan mayoritas ciri khas melayu. Ternyata budaya Kerinci tumbuh dan berkembang begitu pesat dinegara Malaysia, bahkan menjadi perhatian pihak pejabat dinegara itu.  

Berkembangnya budaya Kerinci di Malaysia, tentunya tidak lepas dari sebuah perjuangan, yakni usaha yang dilakukan oleh Puan Mastura melalui sebuah organisasi Bambu Etnik Kerinci di Malaysia.

Puan Mastura dengan semangat dan tanpa kenal lelah mampu, serta berhasil mempromosikan budaya Kerinci dinegara tersebut. Memperkenalkan budaya Kerinci seperti Tari Rangguk, Tari Piring dan berbagai jenis tarian, hingga pakaian adat Kerinci menjadi ajang perhelatan acara-acara besar dinegara Malaysia.

Bukan hanya sekedar mempromosikan, namun budaya Kerinci mampu tampil di sekolah-sekolah negara itu. Tidak sebatas itu saja, Budaya Kerinci dengan tarian rangguk berhasil memukai pengunjung di kawasan elit City Mall  IOI Putra Jaya Malaysia.

Puan Mastura pernah hadir beberapa kali di ajang Festival Masyarakat Peduli Danau Kerinci, dan berperan langsung ditengah pergelaran budaya Kerinci, seperti ikut tarian sakral yakni menari diatas pecahan kaca. 

Disamping itu, ada yang menarik seorang anak kecil bernama Isabella juga pernah hadir dan mengikuti langsung tarian Kerinci di Festival Masyarakat Danau Kerinci. Hingga saat ini Isabella selalu tampil di Malaysia dengan tarian rangguk khas Kerinci. 

Puan Mastura adalah warga asli Malaysia yang mengabdikan perjuangan dalam mengembangkan budaya Kerinci. Sungguh mulia, usaha dan perjuangan tersebut berhasil menggugah perhatian pemerintah Malaysia.

Tidak ada komentar