Daya Saing Bangsa dan Pendidikan Pascasarjana



Oleh: Dr. Zaitul, SE., MBA., Ak., CA
(Direktur Program Pascasarjana, Universitas Bung Hatta)

Daya saing bangsa (nation’s competitiveness) adalah suatu keniscayaan dalam pengelolaan negara. Daya saing merupakan salah satu ukuran keberhasilan suatu negara. World Economic Forum mengeluarkan laporan secara rutin menginformasikan dayasaing negara-negara di dunia yang dinamakan dengan Global Competitiveness Report (Laporan terakhir melibatkan 138 negara di dunia). Laporan memberikan informasi tentang produktivitas dan prosperity suatu negara dan faktor penyebabnya (drivers). Untuk mendapatkan indeks umum (overall index), WEF membagi kedalam tiga indeks yaitu basic requirement, efficiency enchancers dan faktor innovation dan sophistication. 

Sub-indeks juga dibagi kedalam beberapa pillar, misalnya basic requirement terdiri dari kelembagaan, infrastruktur, ekonomi makro dan kesehatan dan pendidikan dasar dan menengah. 

Sedangkan, efficiency enhancers  terdiri dari tujuh pillar yaitu pendidikan tinggi dan pelatihan, efisensi pasar barang dan jasa, efisiensi pasar tenaga kerja, pengembangan pasar keuangan, kesiapan teknologi dan market size. 

Akhirnya, sub indek ketiga terdiri dari kecanggihan business dan inovasi. Dari laporan WEF tahun 2017-2016, Switzerland, Singapore dan US bertengger pada posisi 1,2 dan 3 dari 138 negara yang diperingkat. Posisi ini tidak berubah dibandingkan laporan tahun 2016-2015. 

Sedangkan, posisi Indonesia berada posisi 41 pada tahun 2017-2016, turun dibandingan GCI tahun 2016-2015 yaitu peringkat 37 dari 140 negara yang diperingkat. 

Sedangkan peringkat Indonesia dari tiga indeks yaitu basic requirement, efficiency enchancers dan faktor innovation dan sophistication berturut-turut adalah 52, 49 dan 32. Peringkat terendah dari basic requirement dengan peringkat per pillar: kelembagaan (56), infrastruktur (60), ekonomi makro (30) dan kesehatan & pendidikan utama (100). 

Sedangkan, indeks kedua yang terdiri dari tujuh pillar dengan peringkat yaitu pendidikan tinggi dan pelatihan (63), efisensi pasar barang dan jasa (58), efisiensi pasar tenaga kerja (108), pengembangan pasar keuangan (42), kesiapan teknologi (91) dan market size (10). Dan terakhir, sub-indeks ketiga dengan pringkat: kecanggihan business (39) dan inovasi (31). 

Pillar yang berhubungan dengan sumberdaya manusia adalah pendidikan dasar (pillar 4) dan tinggi (pillar 5) dengan peringkat 100 (pendidikan dasar) dan 65 (pendidikan tinggi).

Dibandingkan dengan peringkat rata-rata, maka peringkat pendidikan dasar dan tinggi jauh dibawahnya. Tentu peringkat ini juga dibawah dibandingkan dengan Singapore dan Malaysia.

Pendidikan memegang peran yang sangat penting dalam meningkatkan dayasaing bangsa. Para ahli juga setuju bahwa untuk memperoleh daya saing negara, maka diperlukan industri dan Individu yang berdaya saing tinggi. daya saing industri dan individu masih belum mempunyai daya saing tinggi. salah satu penyebabnya adalah pendidikan dasar dan tinggi yang masih jauh peringkat bawah.  

Jumlah  tamatan penddidikan Pasca Sarjana (S2 dan S3) masih rendah  jika dibandingkan dengan jumlah penduduk Indonesia dan jumlah tamatan S2 dan S3 Negara lain. Jumlah master per satu penduduk Indonesia  adalah 2.300.  Sampai tahun 2025, Pemerintah menargetkan jumlah master menjadi 16.000 per satu juta penduduk. Begitu dengan jumlah doktor, sekarang pada posisi 143 per satu juta penduduk dan di targetkan menjadi 1.600 doktor per satu juta penduduk tahun 2025 (antaranews.com, 2015).

Untuk meningkatkan daya saing negara diperlukan peningkatkan dayasaing Pemerintahan, baik pusat maupun daerah, daya saing industri (sektor swasta) maupun daya saing individu (sumberdaya manusia). Individu yang bisa menang dalam bersaing adalah individu yang memiliki standar pemikiran/ pandangan diatas rata-rata individu yang lainnya. 

Untuk meningkatkan daya saing individu diperlukan pendidikan yang berkualitas dan berstandar internasional. Universitas Bung Hatta adalah satu pendidikan tinggi yang menyumbang terhadap peningkatan daya saing sumber manusia di Indonesia. 

Program Pascasarjana adalah satu satu struktur penunjang pelaksanaan pendidikan pasca sarjana. Kami menawarkan enam program studi:Program studi  PSP2K (terakreditasi B), Program studi Manajemen (terakreditasi B), Program studi Ilmu Hukum (terakreditasi B), Program Studi Teknik Sipil (terakreditasi B), Program Studi Arsitektur (terakreditasi C), dan Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (terakreditasi B). Keunggulan kami diantaranya adalah Pascassarjana berlangganan (e-journal) Emerald, tamatan mampu publikasi pada jurnal nasional dan internasional, dan sistim pelayanan yang terintegrasi mulai dari registrasi sampai wisuda (e-adminstration). Beberapa program unggulan kami adalah adanya kegiatan student mobility, dosen tamu yang berpengalaman nasional dan internasional, dan mahasiswa bisa tamat dalam masa tiga semester. Kami mengundang fresh graduate (tamatan S1) untuk melanjutkan studinya di Program Pascasarjana, Universitas Bung Hatta, untuk meningkatkan daya saing individu dan bangsa.  

Tidak ada komentar