Relawan Maridin Angkat Bicara, Jangan Demokrasi Terpukul Mundur



Kerinci, KK

Merajut perbedaan menjadi sebuah kesatuan yang utuh adalah pembelaan terhadap diskriminasi suku, ras, agama, dan sebainya, demikian dikatakan relawan Balon Bupati Kerinci Maridin Jamil yakni Maskirudin kepada Kabar Kerinci 02/08 saat mengomentari dinamika politik Kerinci.

Tahapan kerja dalam menghadapi Pilkada 2018 mendatang yakni harus saling menghargai merupakan hal yang mesti dikedepankan. Tentu hal ini akan mempengaruhi layanan publik, apalagi menghadapi pemekaran Kerinci mendastang.

Masyarakat harus yakin siapa yang terbaik untuk mengemban amanah, membawa aspirasi masyarakat secara menyeluruh yang penuh nilai moral dan kemanusiaan bagi kemajuan Kerinci yang berkesinambungan.

Maskirudin menyatakan, demokrasi hendaknya berjalan penuh etika, bermartabat, tanpa nuansa interpensi dan intimidasi sesungguhnya membelenggu kebebasan dan terkesan memukul mundur demokrasi di Kerinci.

Berupaya tidak membebani masyarakat adalah keharusan dalam menentukan pilihan kedepan, karena ini adalah bagian filosofi demokrasi, terlepas siapapun yang akan terpilih sebagai pemimpin Kerinci mendatang.

Menururnya, kemampuan, integritas, dan komitmen menjadi dambaan daerah dan masyarakat secara umum, tentu diharapkan demokrasi politik 2018 diharapkan mampu menjadi cermin politik bagi generasi pilkada mendatang.

"Kita tidak ada keraguan, optimis bagi pihak kita sebagai relawan Maridin Jamil, sesuai pola pikir yang selalu beliau sampaikan dalam berbagai pertemuan. Kita akan hadir dalam ajang Pilbup Kerinci. Beberapa partai besar telah memberikan isyarat positif untuk kerjasama dan saling bersinergi pada tahapan berikutnya" jelasnya.

Tidak ada komentar