Survey Pilkada Kerinci Dan Catatan Redaksi



Kerinci, KK

Salam redaksi, voting yang dilaksanakan oleh Kerinci TV kerjasama Media Kabar Kerinci, usai sudah, dan memiliki hasil yang memunculkan fenome baru, diantaranya :
1. Tafyani Kasim - 17276 50%
2. Monadi - 9896 (28%)
3. Boy Edwar - 2554 (7%)
4. Zainal Abidin - 2088 (6%)
5. Maridin Jamil - 1566 (4%)
6. Candra Purnama - 176 (0%)
7. Mat Ramawi - 163 (0%)
8. Ami Taher -108 (0%)
9.Adi Rozal - 44 (0%)
10. Gusrizal - 40 (0%)

Namun demikian, hasil voting yang terlaksana bukanlah sebagai patokan maksimal semata-mata, namun dapat diambil gambaran pemahaman dan perhatian, serta usaha yang dilakukan oleh kandidat bersama tim yang telah terbentuk. Hal ini dapat dijadikan kajian ulang kedepan dalam menghadapi Pilkada Kerinci 2018.

Atas hasil voting pemirsa Kerinci TV, apapun yang terjadi, apapun yang dilakukan oleh para kandidat adalah sebuah realita perjuangan untuk menuju kursi nomor satu di Kabupaten Kerinci, dan tentunya harus dihargai dan dihormati secara seksama.

Ini adalah catatan dari dapur redaksi Media Kabar Kerinci, mengupas sedikit dari perkembangan dilapangan, serta derasnya informasi yang terus berlaku seputar Pilkada Kerinci.

Jika saja saling mengutamakan kebesaran jiwa yang didasari demokrasi tentu alangkah baiknya nada politik berhaluan di Kabupaten Kerinci, tanpa tudingan, tanpa iri, tanpa menghasut, namun saling memotivasi dan bersama dengan tujuan yang satu yakni mengabdi untuk Kerinci yang lebih maju dimasa mendatang.

Persoalan partai adalah kebutuhan dasar dalam mengemban misi politik, sehingga survey apapun akan terabaikan ketika partai menjadi bagian penentu mutlak untuk memotori kancah politik. Tetapi jika saja partai tanpa finansial, maka kekuatan politik akan ambruk dan partai sebagai ukuran dasar akan sia-sia, begitu pula sebaliknya.

Siapa saja memiliki peluang untuk hadir mengisi bursa politik Kerinci, bukan hanya nama-nama yang telah dikeluarkan oleh berbagai lembaga survey baik lokal maupun nasional, siapapun memiliki dasar hukum untuk maju pada pilkada Kerinci, asal saja mampu memenuhi berbagai persyaratan dan prosedural yang berlaku di negara kesatuan republik Indonesia.

Begitupun figur seorang pemimpin, mungkin dapat menjadi filosofi psikologis sebagai ekstra magnet dalam menarik simpati masyarakat. Maka, setidaknya figur seorang kandidat akan menjadi bagian nilai yang akan diukur oleh pemilih. Baik loyalitas, moral, etika, dan kekuatan berpikir menjadi intelijensi para pemilih cerdas, dan akan menjadi catatan, serta sorotan penting. Hal ini sedikit atau banyak akan mempengaruhi kadar simpati.

Tentunya, antara partai, finansial dan figur kandidat akan saling mempengaruhi kekuatan politik, sehingga suatu detik akan tergambar high politik atau low politik. Artinya titik puncak perjuangan para kandidat yang mampu menduduki jabatan sebagai Bupati Kerinci merupakan bagian politikus high politik. Sementara para kandidat yang tertunda kemenangannya adalah bagian dari low politik.

Tidak ada komentar