Aktivis Pertanyakan Sumber Dana Turnamen Bupati Cup Kerinci


Kerinci. KK

Banyaknya pagelaran turnamen olahraga dengan memakai label bupati cup, membuat gengsi dari even tersebut menjadi sedikit berjurang.

Bagaimana tidak, kegiatan yang seyogianya adalah ajang kompetisi olahraga bergengsi tinggi dan seharusnya dilaksanakan secara periodik setahun sekali melalui kompetisi resmi, malah dilaksanakan puluhan kali dilokasi berbeda dalam rentan waktu yang nyaris sama.

Seperti halnya dibidang sepak bola, dari pantauan media ini setidaknya dalam tahun 2017 kemaren saja, ada puluhan desa yang melangsungkan even turnamen sepak bola Bupati cup, jadi ada puluhan
club sepak bola yang memegang trophy bupati cup ditahun 2017 dan secara tidak langsung menurunkan level dari even tersebut.

Sejumlah aktivis sempat mempertanyakan perihal tersebut, salah satunya Ruslan dari Cakrawala Nusantara, "Jika ada puluhan ajang turnamen Bupati Cup dengan suguhan hadiah puluhan juta rupiah, tentunya ditahun 2017 saja terdapat ratusan juta dana daerah yang harus dikeluarkan untuk menyukseskan acara tersebut, apakah memang daerah menganggarkan untuk semua ini, atau mungkin para pejabat ASN didaerah yang harus pontang panting dan iuran demi menanggung semua biaya yang dikeluarkan ?" ungkap Ruslan.

Ditempat terpisah, salah satu aktivis dibidang olah raga Andi juga mempertanyakan perihal adanya pelaksanaan bupati cup disejumlah wilayah kabupaten Kerinci, baliau menilai semua inu mungkin terdapat muatan lain yang sedang dijalankan oleh pemerintah daerah.

"2017/2018 adalah tahun politik, jadi kita sama-sama pahami sajalah, toh kalau memang pemerintah daerah menganggarkan untuk kegiatan tersebut demi pembinaan dibidang sepak bola rasanya berbanding terbalik dengan apa yang kita temukan selama ini, sudah menjadi rahasia umum ketika PS. Kerinci harus keteteran mencari dana untuk ambil bagian di Gubernur Cup kemarin, mengapa itu tidak menjadi perhatian serius dari Pwmerintah daerah ?" ujar Andi. (064)

Tidak ada komentar