Kades Pondok Beringin Tuai Kecaman Sejumlah Pihak


Kerinci. KK. Kucuran Dana Desa dalam jumlah yang amat besar, seyogianya mampu dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat, hal ini dimaksudkan agar kemajuan disegala bidang dapat tercapai, baik itu dibidang infrastruktur yang memadai mqupun sumberdaya manusia yang mumpuni, serta semua potensi yang ada didesa dapat dikembagkan secara maksimal, namun amat disayangkan jika terdapat sejumlah oknum kepala desa malah memanfaatkan ini untuk memperkaya diri sendiri, dengan melakukan sejumlah penyimpangan dalam pengelolaannnya.

Salah satu yang amat banyak mendapat sorotan publik adalah desa Pondok Beringin kecamatan Sitinjau laut dengan kepala desanya Mufti Alim, khususnya pada kegiatan lanjutan pembangunan gedung yang diberi nama Gedung Empat Jenis di Desa Pondok Beringin.

Melalui beberapa sumber yang tidak mau disebutkan namanya menyampaiakan bahwa, gedung tersebut telah didirikan sejak beberapa tahun yang lalu pada masa jabatan kepala desa yang sebelumnya tetapi belum dapat diselesaikan, dan pada masa pemerintahan saat ini pembagunan gedung tersebut dilanjutkan, namun terdapat sejumlah kejanggalan didalamnya. Seperti galian pondasi yang teramat dangkal, pemakaian material berkualitas rendah, rendahnya pemberdayaan masyarakat setempat serta tidak dipasangnya papan informasi dilokasi proyek. Hal ini jelas mengangkangi ketentuan yang ditetapkan. Sehingga menimbulkan banyak pertanyaan dibenak masyarakatnya.

Berdasarkan pantauan media ini, pembangunan pembangunan gedung tersebut jelas-jelas tidak mematuhi Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2014 Tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP), serta aspek transparansi anggaran. Kewajiban memasang plang papan nama proyek tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 54 Tahun 2010 dan Perpres Nomor 70 Tahun 2012. Regulasi ini mengatur setiap pekerjaan bangunan fisik yang dibiayai negara wajib memasang papan nama proyek, dengan ketentuan yang telah ditetapkan.

Ditempat terpisah, Ruslan dari salah satu lembaga kontrol sosial amat menyayangkan hal tersebut, menurutnya kejadian serupa telah berlaku dari tahun-tahun sebelumnya dan pihaknya pernah melaporkan beberapa penyimpangan yang dilakukan Mufti alim kepihak Polres Kerinci, namun hingga saat ini poses hukumnya belum menampakkan titik terang.

Mufti Alim sendiri hingga saat ini belum mau berkomentar, bahkan menutup diri dari kehadiran wartawan.
(Wedi)

Tidak ada komentar