DPRD II Kerinci Pertanyakan Kinerja Loka BPOM

Kerinci. KK. Terkait maraknya peredaran obat ilegal serta makanan kadaluarsa di masyarakat khususnya di Kerinci dan Sungai Penuh, anggota DPRD II Kerinci dari Partai Persatuan Pembagunan Eliyusnadi angkat bicara. " Harus ada tindakan tegas dan sigap dari instansi terkait, ini masalah serius dan amat berbahaya jika tetap dibiarkan. Kemana Loka BPOM yang katanya perpanjangan tangan dari BPOM ?" Tukas beliau.

Berdasarkan pasal 2 pada Peraturan Presiden Nomor 80 Tahun 2017 tentang Badan Pengawas Obat dan Makanan, BPOM mempunyai tugas menyelenggarakan tugas pemerintahan di bidang pengawasan Obat dan Makanan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Hal ini dimaksudkan agar obat dan makanan yang beredar dimasyarakat memang benar-benar terjamin kualitas, keamanan serta dapat memberikan manfaat yang maksimal.

Obat dan Makanan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) terdiri atas obat, bahan obat, narkotika, psikotropika, prekursor, zat adiktif, obat tradisional, suplemen kesehatan, kosmetik, dan pangan olahan.

"Dalam waktu dekat kami akan memanggil secara resmi instansi terkait, untuk mendapatkan penjelasan dan keterangan jelas terkait perihal tersebut" tambah Eliyusnadi.
(ED'S).

Tidak ada komentar