Kapolda Jambi Silaturrahmi Dengan Tokoh Masyarakat Kerinci

Kerinci.KK. Mengambil tempat di Aula kantor Bupati Kabupaten Kerinci, selasa 02 oktober 2018 siang, berlangsung acara tatap muka dan silaturrahmi Kapolda Jambi Irjen Pol Drs. Muchlis AS,M.H dengan pemerintah  Kabupaten Kerinci, Forkompimda, tokoh masyarakat/Adat serta penyelenggaraan Pemilu yang ada di Kabupaten Kerinci.

Tampak hadir Bupati Kerinci, Dandim 0417/Kerinci di wakili Danramil Gunung Raya, Kapolres Kerinci, Seluruh Kapolsek Kerinci, Seluruh OPD Kabupaten Kerinci, Ketua KPU Kabupaten Kerinci, Ketua Bawaslu Kabupaten Kerinci, Kepala BUMD, Camat Se-Kabupaten Kerinci, Kepala Desa Se-Kabuapten Kerinci, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Perwakilan Partai Politik.

Tidak kurang 200 orang hadir dalam acara silaturahmi tersebut. Bupati Kerinci dalam sambutannya diungkapkan bahwa pilakda di Kerinci selama ini mempunyai sejarah kelam,  terlalu banyak bentrokan yang terjadi, tetapi pada pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kerinci 2018 itu tidak terjadi. “Mari kita bersama-sama membantu kepolisian demi mewujudkan pemilu 2019 aman, damai dalam suasana yang sejuk" ungkapnya.

Bupati Kerinci Adi Rozal juga meyampaikan ucapan terimakasih yang takterhingga atas pengaman konflik selama ini, kemudian pengamanan pilbup 2018 yang aman, dan semoga pilleg dan pilpres juga berjalan aman dan lancar hendaknya.

Kapolda Jambi ketika diminta komenyarnya mengungkapkan bahwa dengan adanya kejadian Gempa Bumi di Lombok dan Palu banyak agenda Nasional yang terlewatkan, dan profesionalitas bagi penyelenggaraan Pemilu sangat di harapkan sehingga permasalahan dapat diminimalisir. Ucapan terima kasih kepada pemerintah Kabupaten Kerinci, yang telah mengamankan pilbup 2018 yang lancar walaupun termasuk rangking 10 besar rawan pilkada. Begitu juga kepada tokoh masyarakat, Adat yang telah ikut menjaga keamanan dan ketertiban selama ia bertugas di Provinsi Jambi, “untuk mewujudkan Pemilu aman dan kondusif sangat dibutuhkan Sinerginitas TNI dan Polri harus Solid serta netralitas” ungkapnya.

Beliau juga meminta kepada segenap masyarakat untuk melaporkan ke Bawaslu dan instansibterkait jika terjadi pelanggaran dalam pemilu 2019, serta berhati – hati menerima setiap informasi yang belum tentu kebenaranya serta harus bijak dalam menyikapinya. "Beda pilihan itu biasa namun jangan sampai merusak tatanan kehidupan bermasyarakat" ujarnya. 
(Engla)

Tidak ada komentar