Lagi-Lagi, Praktek Pungli di Dikjar Kerinci

Kerinci. KK. Dunia pendidikan Kerinci nampaknya tiada henti digandrungi masalah, setelah pemberitaaan disejumlah media lokal terkait pungutan fee proyek, intimidasi, hingga perselingkuhan. Saat ini penyakit lama kambuh lagi. Diduga kuat pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Kerinci khususnya Bidang Dikdas dengan Kabidnya Hakimi, melakukan penangkasan dana beasiswa dalam jumlah yang amat besar, yakni berkisar 10 persen. Kejadian ini berlangsung pada kamis 04/10/2018, saat pihak Dinas Pendidikan mendadak memanggil pihak sekolah dan meminta  untuk membawa murid dan orang tua wali murid segera ke Dinas Pendidikan Kabupaten Kerinci.

Maksud dari pemanggilan tersebut terkait pencairan mengambil bea siswa bagi siswa yang berprestasi yakni peringkat I dan peringkat II serta Peringkat III dengan jumlah yang beragam, diantaranya peringat I berhak menerima dana sebesar Rp. 1.000.000.- peringkat II sebesar Rp. 750.000.- sementara peringkat III Rp. 500.000.- dan pencairan dari dana ini tersebut dilakukan diruang dinas  Hakimi sendiri.

Dari informasi yang berhasil dihimpun media ini, ternyata ditemukan sejumlah kejanggalan, dimana setiap siswa penerima di potong pajak 10% yang di ambil lansung oleh pihak dinas, kuat dugaan pungutan ini dilakukan langsung oleh Kabid Dikdas Hakimi.S.Pd.

“Ya, ada potongan pajak 10 persen yang harus kami serahkan” ujar salah satu siswa. Hakimi sendiri, hingga saat ini belum memberikan komentar terkait perihal tersebut diatas, padahal sudah berkali-kali dihubungi via Hand Phond.

Salah satu aktivis, Engla mengaku geram melihat praktek tersebut dan meminta kepada aparat penegak hukum untuk segera melakukan penyelidikan dan penyidikan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
(ED'S)

Tidak ada komentar