Marwati Ngaku Setor Sejumlah Uang Ke Amri Suarta Untuk Jemput Dana Aspirasi

Kerinci. KK. Pungutan liar seolah menjadi penyakit kronis dilingkungan Dinas Pendidikan dan Pengajaran Kerinci, setelah hebohnya pemberitaan disejumlah media online terkait pungutan yang dilakukan Hakimi kabid Dikdas pada penerima beasiswa berprestasi. Kini masalah yang sama muncul kembali, tidak tanggung-tanggung kali ini kuat dugaan praktek tersebut atas perintah dari orang nomor 1 di Dinas tersebut Amri Suarta.

Perbuatan menyimpang dari Kepala Dinas tersebut, tercium ketika Jhon Tech dari DPC Laskar Anti Korupsi Indonesia Kerinci melakukan konfirmasi kepada salah satu  tangan kanan Kadis bernama Marwati, terkait penjemputan Bantuan Aspirasi partai G. Hasil komunikasi melalui WA, Marwati mengaku menyetorkan sejumlah uang hasil pungutan terhadap pengurus PKBM, dengan nilai berkisar Rp. 200. 000.- hingga Rp.600. 000/lembaga.

"Tunggu saya bicarakan sama pk Kadis, uang itu saya serahkan sama pk kadis Amri Suarta" ungkap Marwati. "Yang bayar 30 porang, jumlahnya 7 juta, Saya serahkan sama pk Kadis untuk beli oleh-oleh" tambahnya.

Amri Suarta sendiri hingga saat ini belum berhasil dikonfirmasi terkait perihal tersebut. Ditempat terpisah Jhon Tech meyesalkan praktek pungli ini, seharusnya Dinas Pendidikan dapat menjadi contoh bagi Dinas-dinas lain. Beliau juga mengharapkan pada pihak Partai untuk lebih selektif dalam menyalurkan bantuan yang akan diberikan, agar benar-benat mampu meberikan manfaat secara maksimal, bukan hanya sebagai lahan bisnis sekelompok orang dalam upaya memperkaya diri.
(ED'S)

Tidak ada komentar