Proses PAW Anggota DPRD Kabupaten Kerinci Dinilai Lamban


Kerinci. KK. Kekosongan kursi keanggotaan DPRD Kabupaten Kerinci karena ditinggalkan Asril dari PDI Perjuangan yang secara resmi menyeberang ke Partai Persatuan Pembangunan, hingga kini masih terbiarkan.
Hal ini membuat berbagai pihak bertanya-tanya akan perihal yang berlaku, sebab dengan kekosongan tersebut setidaknya telah memberikan kerugian bagi masyarakat dapil Kerinci 5 (dulunya dapil 1, kecamatan Keliling Danau, Bukit Kerman, dan Gunung Raya), dalam menyampaikan aspirasinya, dan secara tidak langsung juga bagi PDI Perjuangan, khususnya kabupaten Kerinci.
Salah satu funsionaris Partai berlambang banteng tersebut Dartipal menyampaikan, " Hampir 2 (dua) bulan, kami kekurangan satu wakil di DPRD Kabupaten Kerinci, padahal pihak partai sudah menyampaikan surat tertulis yang ditujukan kepada Pimpinan DPRD Kabupaten Kerinci, terkait proses Pergantian Antar Waktu dari saudara Asril yang termuat dalam surat Nomor : 477/05.05-B/X/2018 tertanggal 15 oktober 2018" ujar Dartipal ketika ditemui dikediamannya.
Dartipal juga menambahkan, atas nama Keluarga besar PDI Perjuangan Kerinci mengharap sungguh adanya keseriusan dan niat baik dari pihak terkait dalam menyelesaikan permasalahan ini, agar tidak ada lagi pihak yang dirugikan. Menurutnya, sempat muncul sejumlah kejanggalan dari rangkaian proses PAW yang sedang berlangsung, dimana pihak Sekretariat DPRD Kabupaten Kerinci seolah-olah dengan sengaja mengulur-ulur waktu tanpa adanya alasan yang jelas.
Sekretaris DPRD Kabupaten Kerinci Adli, SH membantah dugaan tersebut. " Proses PAW harus mengikuti mekanisme yang berliku-liku, dan tahapan tersebut sedang kami jalani. Dalam beberapa waktu kedepan dapat dipastikan semua prosesnya akan segera terselesaikan" ungkap Adli.
(ED'S)


Tidak ada komentar