Banjir Masih Menggenangi Sejumlah Desa Di Kota Sungai Penuh

Sungai Penuh. KK.
Musibah banjir yang melanda kota Sungai Penuh dalam beberapa kurun waktu terakhir ternyata belum sepenuhnya teratasi, dibeberapa desa dalam kecamatan Tanah Kampung dan Hamparan Rawang masih terlihat genangan air dirumah warga dengan ketinggian lebih satu meter.

Salah satunya seperti yang ditemukan didesa Tanjung dan sekitarnya. Warga masih memilih untuk tinggal diatas jalan yang mempunyai ketinggian lebih dari permukaan air dengan mendirikan tenda-trnda darurat sebagai tempat bermukim. Nyaris seminggu aktivitas perekonomian dan pekerjaan warga lumpuh.

Berdasarkan pengakuan warga setempat Muklan (40 th), mengatakan bahwa ini merupakan bencana banjir paling besar dan lama sepanjang sejarah. Salah satu faktor utama diantaranya adalah rendahnya kesadaran masyarakat menjaga sungai dari sampah serta semakin dangkalnya Batang Merao. Sekalipun telah dilakukan normalisasi dibeberapa titik, namun tidak memberikan dampak yang maksimal dalam upaya mengatasi terjangan banjir.

Disamping pemukiman warga, sejumlah sekolah juga hingga saat ini masih diliburkan karena kondisi air yang belum sepenuhnya surut dan menggenangi semua ruang kelas dan serta halaman.

" Lebih seminggu sekolah terpaksa kami liburkan, namun sebagian besar siswa/siswi tetap hadir dan melakukan berbagai kegiatan positif dilingkungan seputar sekolah, salah satunya membersihkan bongkahan-bongkahan kayu dan sampah yang memenuhi halaman" ujar Sophia salah satu guru.
(ED'$)

Tidak ada komentar