Aryadi Ajukan Koreksi Putusan Bawaslu Kota Sungai Penuh

Sungai Penuh. KK.
Keputusan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Sungai Penuh, Jumat (21/12) yang merekomendasikan KPU untuk mencoret nama salah satu calon anggota legislatif dari Partai Demokrat, Aryadi dari Daftar Calon Tetap, karena dianggap melanggar aturan administtasi, ternyata mendapat tanggapan serius dari pihak Aryadi.

Caleg Partai Demokrat dari dapil II Kota Sungai penuh tersebut mengaku keberatan atas putusan Bawaslu Kota Singai penuh tersebut. Ia memastikan akan mengoreksi putusan tersebut ke Bawaslu RI.

Menurut Aryadi, jauh sebelum penetapan DCT, dirinya sudah mengundurkan diri dari Badan Permusyawaratan (BPD) Desa Koto Beringin, Kecamatan Hamparan Rawang. Surat pengunduran diri itu diserahkannya kepada Ketua BPD Desa Koto Beringin dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat (Pemdes) Kota Sungaipenuh.

“Tanggal 27 Agustus 2018 surat pengunduran diri saya serahkan ke Ketua BPD, kemudian tanggal 29 Agustus surat itu juga saya serahkan ke Pemdes. Bukti tanda terima penyerahan surat tersebut saya lampirkan saat persidangan di Bawaslu,” ujar Aryadi kepada media ini, Sabtu (22/12).

Selain bukti tertulis, bawaslu juga sudah menghadirkan saksi dari BPD dan pihak Dinas Pemdes. Kepada Bawaslu saksi dari BPD dan Dinas Pemdes membenarkan bahwa dirinya sudah menyerahkan surat pengunduran diri sesuai dengan surat tanda terima tersebut.

“Jadi, jauh-jauh hari saya sudah mengundurkan diri. Ini saya lakukan atas kesadaran dan inisiatif sendiri, agar tidak ada masalah di kemudian hari, walaupun tidak ada aturan yang mengatur secara detail bahwa BPD harus mundur. Mengenai proses di Pemdes itu bukan urusan saya lagi, yang jelas saya sudah mengajukan pengunduran diri” tambahnya.

Tidak hanya sampai disitu itu, karena sudah mengundurkan diri, sejak September 2018 lalu dirinya tidak lagi menerima honorium sebagai anggota BPD. “Saya hanya menerima honor sampai bulan Agustus. Bukti pembayaran gaji juga saya bawa ke bawaslu sebagai bukti persidangan. Aparat desa yang menyerahkan gaji saya tersebut juga sudah bersaksi di bawaslu,” jelasnya.

Atas dasar itu serta adanya arahan dari partai Demokrat, maka dirinya memutuskan akan melakukan koreksi putusan Bawaslu Kota Sungaipenuh tersebut ke Bawaslu RI di Jakarta pada Rabu (26/12).

“Karena Sabtu, Minggu, Senin dan Selasa libur kerja, jadi rencananya Rabu tanggal 26 saya akan ke Bawaslu untuk melakukan koreksi terhadap putusan ini. Saya yakin Bawaslu RI akan lebih objektif dalam melihat dan memutuskan perkara ini,” tambahnya lagi.

Tidak ada komentar