Bisnis Air Isi Ulang Banyak Dilirik, Satu Pertanda Ketidak Puasan Pelanggan Terhadap PDAM

Kerinci. KK.
Maraknya bisnis air isi ulang di Kerinci dan Sungai, menurut Jasdi anggota DPRD kabupaten Kerinci, adalah salah satu bentuk indikasi ketidak puasan konsumen terhadap kualitas air yang dihasilkan Perusahaan Daerah Air Minum yang ada saat ini.


Menurutnya, teknik pengelolaan air yang rendah serta sumber daya manusia dari para pengelola yang masih minim, jelas sebagai salah satu faktor dari produk yang dihasilkan. Nyaris setiap waktu pihak DPRD kabupaten selalu menerima keluhan dari masyarakat terkait rendahnya kualitas air PDAM Tirta Sakti yang sampai ke Konsumen. 


Tidak bisa dimungkiri, akhirnya masyarakat lebih memilih untuk mengkonsumsi air bersih dari sejumlah depot air isi ulang yang ada. Hal ini secara tidak langsung telah menambah biaya hidup yang harus dikeluarkan sehari-hari.


" Airnya selalu keruh, jangankan untuk diminum mandipun kadang kala kami merasa jijik, lantaran berlumpur dan bau" ujar Dodi salah satu pelanggan asal Ujung Pasir.


Dari penelusuran Kabar Kerinci kesejumlah tempat, masyarakat mengaku kesal dengan kondisi yang ada, suplai air PDAM Tirta Sakti ternyata tidak hanya berkualitas rendah, namun juga seringkali mati dalam jangka waktu yang lama dan tak teratur. Dari penlusuran tersebut juga ditemukan banyaknya desa yang lebih memilih untuk beralih memanfaatkan sumber daya alam setempat, sejenis sungai dan sebagainya sebagai sumber air bersih yang dikelola langsung oleh badan usaha milik desa.


Secara tidak langsung kondisi ini juga dilirik oleh para pelaku bisnis sebagai peluang usaha, dengan mendirikan depot-depot air isi ulang yang omzetnya mencapai jutaan rupiah setiap hari.


" Beberapa tahun terkhir, usaha Air isi ulang memang banyak dilirik, nampaknya masyarakat lebih memilih ini ketimbang mengkonsumsi air PDAM" ujar Ijal, pengusaha air isi ulang.

Tidak ada komentar