Normalisasi Sungai Bumbunduri Kecamatan Gunung Tujuh Dipertanyakan Warga

Kerinci. KK.
Pengerjaan paket normalisasi sungai sepertinya amat dikejar oleh para kontraktor di Kerinci, ia bagaikan lahan basah bagi rekanan-rekanan nakal dalam mengeruk keuntungan dalam jumlah besar. Proses pengerjaan yang tidak membutuhkan banyak material serta rendahnya pengawasan juga menjadi salah satu faktor besarnya celah manipulasi hasil pekerjaan.

Pengerjaan paket proyek normalisasi sungai yang berlokasi didesa Bumbun duri merupakan salah satu contohnya, hingga saat ini masyarakat setempat tidak mengetahui apa nama perusahaan yang dipercayakannya, lembaga kontrol sosial juga menemukan sedikit kendala dalam melakukan monitorong dan pengawasan, hal ini dikarenakan tidak adanya papan merk dilokasi pekerjaan.

" Kami hanya menemukan adanya penggunaan bahan bakar solar bersubsidi selama pekerjaan berlangsung, dan kedalaman galian yang amat dangkal dan sembraut, konon katanya proyek ini dikerjakan perusahannya Cik Ur" ujar Gafar (43 th).

Masyarakat juga mempertanyakan alasan hingga kegiatan normalisasi tersebut yang tanggung dan terkesan asal-asalan sebab berdasarkan perkiraan, berjarak sekitar 25 meter lagi, aliran air dari sungai kec yang dikerjakan saat ini bisa tembus dan bermuara pada sungai batang sangir yang jauh lebih besar, namun itu tidak dilakukan.

Pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat kabupaten Kerinci hingga berita ini dipublis belum memberikan komentar, hanya saja berjanji untuk turun langsung kelapangan dan melakukan pengecekan terkait informasi tersebut.

Tidak ada komentar