Sikapi Dengan Bijak Kisruh PUPR Kota Sungai Penuh, Jangan Memalukan Wartawan


Kerinci, KK

Kepada media ini aktifis senior dan wartawan di Kabupaten Kerinci 12/12, Salimin angkat bicara tentang munculnya perkembangan informasi yang tidak sedap akhir-akhir ini, Salimin menyatakan diharapkan kalangan media jangan menelan mentah-mentah informasi yang berkembang, karena belum jelas ujung dan pangkal.

Berkaitan maraknya informasi mengenai konflik antara salah seorang yang dinyatakan sebagai oknum wartawan dan pihak pihak oknum dinas PUPR Kota Sungai Penuh, Salimin mengemukakan bahwa perlu dikenal dulu siapa oknum wartawan tersebut, jangan terkesan pembelaan sepihak dan memunculkan kesan yang tidak baik atas profesionalisme pers.

"Tentu perlu tahu lebih jelas kisruh tersebut apakah atas nama pribadi atau pers, sebab beberapa informasi ada yang menjanggal. Apalagi munculnya beberapa perkataan yang mengarah kriminal dalam peristiwa tersebut, terlepas siapa yang mengucapkan. Yang dinyatakan sebagai wartawan tersebut juga harus ditelusuri siapa wartawan tersebut, sebab ada informasi dia adalah tenaga honorer di Pemkot Kota Sungai Penuh" ungkap Salimin.

Salimin menegaskan, jangan sampai pihak wartawan terprovokasi atas keadaan, cermati persoalan dengan jernih dan bijak, sehingga tidak mempermalukan wartawan sendiri atas keadaan yang belum jelas dan belum akurat informasinya.

Sementara itu informasi yang didapatkan media ini dari pihak Dinas PUPR yakni Fadil menyampaikan, pihaknya tetap menyikapi peristiwa tersebut dengan bijak dan informasi yang tengah berkembang belum jelas kebenarannya.

Dikatakannya, kedatangan salah seroang warga melakukan komunikasi ingin tahu tentang kelanjutan proyek yang tengah berlangsung didekat rumahnya, namun malah muncul polemik. Informasi yang berkembang adalah oknum wartawan yang datang untuk tahu kelanjutan proyek, namun sikapnya bukan seperti wartawan yang selayaknya, apalagi mengeluarkan kalimat ancaman ingin merusak proyek dan mengadu ke Walikota.

"Memang suasana sempat memanas, karena ada kalimat yang keluar dari orang tersebut akan merobohkan proyek, lantas akan mengadukan ke Walikota atas keadaan proyek dilapangan. Dan pihak Dinas PUPR Sungai Penuh yang berada dilokasi mempersilakan saja untuk melaporkan ke Walikota. Sebelumnya pihak dari Dinas PUPR Sungai Penuh sudah menjelaskan jika volume pengerjaan cukup maka akan dilanjutkan proyek tersebut, namun terlanjur nada emosional tak henti diterima oleh pihak Dinas PUPR dilokasi sehingga salah seorang pihak Dinas PUPR memecahkan gelas sebagai luapan emosi atas ancaman karena telah bertahan untuk sabar dari berbagai ucapan dan keadaan berubah seakan ada konflik" jelasnya.








Tidak ada komentar