Money Loundering Dan Lambannya Realiasi Keuangan Dana Desa Hambat Pembangunan Fisik Di Kerinci


Kerinci, KK
Tinjauan media ini dilapangan, hingga 16/01 masih dilakukan realisasi secara fisik oleh desa atas penggunaan dana desa diberbagai daerah dalam Kabupaten Kerinci, Propinsi Jambi. Padahal dana tersebut adalah dana desa tahun anggaran 2019 namun masih tetap saja realisasi berlangsung saat ini dilapangan pada sejumlah desa di Kabupaten Kerinci.

Sebagai contoh adalah Kecamatan Danau Kerinci, masih saja dilakukan pengerjaan berbagai realisasi atas penggunaan dana desa seperti desa Talang Kemulun dan sejumlah desa lainnya. Begitupun yang terjadi di Kecamatan Keliling Danau, beberapa desa masih saja berlangsung realisasi dilapangan atas penggunaan dana desa yakni kawasan desa Sumur Jauh, Punai Merindu dan sejumlah kecamatan lainnya.

Menanggapi hal ini, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kerinci Boy Edwar menyatakan, diharapkan kepada Kepala Dinas Pemdes yang baru, agar mampu mengakomodir permasalahan yang terjadi selama ini, dan benar-benar mengambil andil untuk menuntaskan berbagai prosedural berbelit yang dapat dikatakan "Misterius" dalam pengurusan dana desa.

Boy Edwar menghimbau semua pihak untuk jeli dalam menganalisa dan memperhatikan proses keuangan dana desa, disamping masih terdapat kelemahan Sumber Daya Manusia di pihak Kepala Desa, juga pemanfaatan jabatan dalam menguntungkan suatu pihak diharapkan tidak terjadi lagi, sehingga dana desa tidak molor realisasinya.

Terpenting permasalahan dana desa, adanya yang terlalu lamban realisasi dan kelemahan-kelamahan ini perlu dievaluasi, dan tidak terjadi lagi bagi pejabat baru yang terkiat. Jangan menjadi sorotan publik secara administrasi dan fisik, dan langkahnya terlalu terlambat.

"Adanya bidang pemerintahan yang berkaitan dalam pengurusan dana desa diharapkan tidak ada prosedur aneh-aneh, perlu dirapikan jalur Misterius yang dimainkan, serta memanfaatkan kesempatan atas dana desa" jelasnya.

Sementara itu dikatakan oleh Boy Edwar, adanya potensi pembungaan uang yang dilakukan dalam permainan dana desa diduga mungkin saja terjadi pada kontek global sebelum sampai didesa pada kas daerah.

"Peluang pembungaan uang jelas diduga adanya potensi dalam dana desa secara kontek segi global sebelum sampai ke desa, yakni dilevel kas desa kemungkinan saja terjadi karena peluangnya ada, seharusnya tidak memainkan peluang itu. Dapat saja terjadi deposito, dan selesih bunga dalam laporan keuangan tersebut secara formil, pencucuian uang bisa saja menjadi dugaan" tegas Boy Edwar.


Tidak ada komentar