Kakek Seh Ba'i 79 Tahun Tinggal Di Gubuk


Kerinci, KK
Kisah pilu nasib yang menimpa kakek yang bernama Seh ba’i warga desa Pancuran Tiga kecamatan Keliling Danau Barat, kabupaten Kerinci Jambi.
betapa tidak, dengan usia menginjak sekitar 79 tahun, Seh Ba’i harus tinggal di gubuk mungil dengan ukuran tidak lebih dari 2 × 2 meter, dengan tinggi kurang dari 150 meter, itu pun berdinding dan beratap terpal tipis yang seketika bisa roboh ditiup angin.
Parahnya lagi, dari pantauan gubuk tersebut berdiri di atas tanah yang bukan miliknya, yang lebih miris gubuk itu pun berada persis di pinggir parit yang waktu musim hujan debit airnya sangat besar, dan parit tersebut diketahui langganan banjir bandang oleh warga setempat, itu artinya kakek tersebut bisa saja terbawa arus. Apalagi ia seorang penyandang tuna rungu.
Dalam gubuk tersebut, kita tidak bisa berdiri dan hanya bisa duduk, kalau duduk pun kita tidak bisa meluruskan kaki karena sempitnya ruangan.
“Beliau perlu perhatian dan sangat berharap bantuan dari warga setempat, dan yang terpenting adalah dari pemkab Kerinci, karena untuk makan sehari – hari beliau hanya menunggu uluran tangan dari warga dan keluarga,” ujar Putra Jaya salah seorang warga.
Sementara itu, awak media kesulitan untuk mewancarai Seh Ba’i, karena ia menyandang tuna rungu.(01)

Tidak ada komentar