Sukses Seminar Nasional Webinar, Bersama Kerinci TV Dan Dirjen PDTT Republik Indonesia



Nasional, KK

Setelah pembukaan oleh host Ardian F, Rizki 06/07, Seminar Nasional yang diprakarsai oleh media lokal Kerinci TV dengan tema "Membangun Ekonomi Rakyat Pedesaan, Berbasis Pertanian & Sumber Ekonomi Lokal diserahkan kepada moderator Dr. Zulherman, ST, MSc.  

Dilanjutkan kata sambutan dari pemerintah daerah Kabupaten Kerinci dalam hal ini Wakil Bupati Kerinci Ir. H. Ami Taher mantan anggota DPR Ri menerangkan tentang letak, serta geografis Kabupaten Kerinci dengan berbagai potensi alam, baik potensi kayu manis, kopi, dan sektor pariwisata.   

Narasumber dari akademisi Prof. Dr. H. Firwan Tan, SE, M.Ec, DEA.Ing memberikan pemaparan inspirasi tentang sistem desain industri pedesaan yang memiliki hubungan erat dalam strukturisasi pertanian kulit manis dan kopi di Kabupaten Kerinci. Beliau menyampaikan data tentang bahwa pihak petani cenderung tidak mengetahui harga kulit manis dunia, sementara 70 persen  kulit manis kerinci sebagai produksi naional. 

Begitupun dengan komoditi kopi di Kerinci yang memiliki peran penting sebagai pemasok nasional bahan mentah. Bahkan para petani tidak pernah merasakan sejahtera, namun pihak eksportir yang menikmatinya, serta industri pengolahan yang masih sangat kecil ditingkat daerah.  

Sebagai narasumber dari pemerintah pusat, Direktur Jenderal Pembangunan Daerah Tertinggal Kementerian Pedesaan Dan Transmigrasi (PDTT) Republik Indonesia yaitu Drs. Samsul Widodo, MA mengucapkan terima kasih kepada Kerinci TV atas pelaksanaan acara seminar, dan menerangkan kedepan berharap Kerinci lebih maju. Pihaknya telah mempelajari petani kesulitan menjual langsung ke pihak eksportir. saat ini semakin tahu bahwa kerinci memiliki banyak potensi baik kayu manis dan kopi,

Pihaknya tahun 2018 mendalami bagaimana pemasaran bagi petani terutama penjualan eksport online produk kayu manis, teh perkebunan, serta komoditi lainnya. Menurutnya kayu manis lebih kecenderungan dalam bentuk olahan, dan juga diperlukan regenerasi petani yang dapat dikaitkan pada SMK yang spesialis pertanian, jangan sampai yang mempelajari pertanian itu peneliti namun dimulai dari pihak SMA. 

Pihaknya telah melihat langsung konsumsi lokal yang mulai bersaing dengan kopi yang bermerak terkenal, bahkan investor maupun jaringannya sudah bergerak go publik. Berharapkan para petani bisa didampingi untuk melakukan eksport langsung, artinya petani dan eksportir bisa menikmati dunia industri. 

Bahkan ada keanehan eksportir tidak bisa ketemu petani, dan melalui teknologi dimasa mendatang, petani dapat mendengarkan langsung informasi dari eksportir. Peran pemerintah daerah dan pusat supaya petani mendapat harga yang tidak ekstrim lagi, artinya tidak merugikan petani melalui komoditas yang berpotensi didaerah, serta dapat melibatkan peran desa melalui Bumdes dengan memanfaatkan dana desa.

Narasumber dari PT. Sulotco Jaya Abadi - Tana Teroja, Sulawesi Selatan, Samuel Karundeng, gandengan brand produk "Kapal Api Global", dan telah mengelola 1000 Ha tanaman kopi arabika, pihaknya memiliki motto tuhan menciptakan bumi ini sempurna, manusia yang membuat tidak sempurna. 

Makanya pihaknya menerapkan kerjasama pupuk organik dengan berbagai ahli organik indonesia. Mengapa harus membangun ekonomi pedesaan, karena pertanian pedesaan adalah bagian dari pembangunan bangsa, serta dapat menghilangkan kesenjangan sosial dan kemiskinan pedesaan.  

Faktor penting dalam pertanian pedesaan adalah mengetahui potensi yang dapat dikelola, menerapkan pendampingan langsung antara pelaku bisnis dan petani. Pihaknya sudah menerapkan dengan berbagai pola kepihak petani, melalui kerjasama sistem petani mitra, modal penanganan, pendampingan petani. Sehingga pola yang muncul bukan sistem buruh, namun sistem kemitraan, hak dan kewajiban mitra mengelola perkebunan kopi, menyedia tenaga kerja keluarga, menjual hasil kopi kepada perusahaan. 

Perusahaan memberi jaminan pasar kepada petani diberbagai jaringan, tidak hanya itu dari awal pemilihan bibit kopi didampingi baik secara kualitas dan kuantitas pengembangan, juga adanya perkebunan percontohan.   

Narasumber muda Founder dan CEO Piniship Indonesia, Julio, merupakan pelaku eksport dan import memberikan penjelasan bahwa eksport itu mudah, asalkan adanya gerakan bersama yang melibatkan sejumlah pihak. Pemanfaatan teknologi, menunjang UKM melalui wadah baru didunia eksport, harus ada modul pemasaran yang menjawab tantangan global. Apalagi adanya APBN yang menunjang, hal ini akan memunculkan peluang baru.

Beberapa data menyebutkan bahwa produk import telah menghancurkan pasar lokal, maka diperlukan persaingan lokal untuk menyaingi stabilitas tersebut. Infrastruktur online dalam metode yang gampang, seperti halnya membeli tiket di traveloka, artinya eksportir itu dapat menjadi mudah dan bukan rumit. Produk di Kerinci dapat dilakukan eksportir dengan hal yang sama dalam menerapkan struktur yang terkoneksi online langsung, dan didukung oleh pihak kementrian bersama pemerintah lokal, maupun bumdes, serta koperasi yang ada.  

Banyak kontainer yang dapat dimanfaatkan, baik kontainer kosong dan kontainer sharing yang akan kembali kenegara asal mereka dalam melakukan eksportir barang lokal dari ukm atau koperasi kenegara lain. Dan jika mereka tidak mendapatkan suatu barang, para kontainer akan keliling dunia untuk mencari produk, dan jika kembali kenegara mereka dengan kosong maka akan rugi. 

Pemahaman pembelajaran untuk UKM itu sangat perlu, sehingga tidak menyulitkan para UKM dalam mendistribusi produk pada tahap eksportir. Harus adanya praktek eksportir yang dibantu oleh pemerintah pusat dan lokal, sehingga sangat mudah mengetahui bagaimana marketing yang sebenarnya.   

Tidak ada komentar