Aktivis Pertanyakan Rancunya Realisasi Dana BOP Dinas Pendidikan Kota Sungai Penuh

Sungai Penuh.KK
Tindak korupsi seolah telah menjadi penyakit kronis di negeri ini, tak terkecuali didunia pendidikan. Seperti halnya yang tercium di Dinas Pendidikan Kota Sungai Penuh akhir-akhir ini.

Kali ini terkait dengan Dana BOP (Bantuan Operasional PAUD) Dinas Pendidikan kota Sungai penuh, ditemukan banyak kejanggalan, hal ini sampaikan oleh Mulyono, salah satu Aktivis. Berdasakan penulusuran dan investigasi dilapangan, ditemukan sejumlah kejanggalan yang mengarah perbuatan melawan hukum yang dilakukan oleh beberapa oknum nakal di Dinas Pendidikan kota Sungai Penuh, salah satunya dengan memasukkan nama-nama lembaga fiktif demi mendapatkan kucuran dana dalam jumlah yang cukup besar.

Dari keterangan yang berhasil dihimpun dari berbagai sumber yang shahih, setidaknya terdapat kisaran 129 nama lembaga penerima, sementara jumlah desa dalam lingkup kota Sungai Penuh hanya beejumlah 65 desa. Hal ini menunjukkan ada banyak lembaga PAUD Fiktif, sebab tidak mungkin semua desa memiliki 2 (dua) lembaga.

Kucuran Anggaran diperkirakan berkisar Rp. 600. 000/siswa, jika dikalkulasikan, maka penyimpangan ditaksir nyaris mencapai milyaran rupiah.

"Kita berharap pihak aparat hukum untuk segera melakukan penyelidikan guna menuntaskan kekeliruan ini, sehingga tidak menimbulkan kerugian negara dalam jumlah yang amat besar, dan Pihak Dinas Pendidikan, khususnya Bidang PAUD haeus mampu mempertanggung jawabkan semua itu" ujar Mulyono.

Hingga berita ini dipublis, awak Kabar Kerinci sudah berusaha melakukan konfirmasi via telphon, namun tidak pernah diangkat.

Tidak ada komentar