Belum Sebulan, Proyek Fisik BPBD Sungai Penuh Rusak Berat


Sungai Penuh — Usia belum sebulan, proyek fisik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sungai Penuh, Kecamatan Sungai Bungkal dibelakang Masjid Baiturahman timbunannya sudah mulai terlihat hanyut dan terkikis air.

Dari Pantauan sumber (kumainia/wartacika), Senin (25/1/2021), terlihat pekerjaan timbunan tanah terkikis air hingga berlobang. Tak hanya itu, lantai dan tiang penahan tebing tampak retak-retak.

Sumber dana Proyek tersebut dari APBD Kota Sungaipenuh tahun 2020 yakni melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sungaipenuh yang menelan dana hingga  Rp 1,6 Milyar.

Menurut Kumaini, rekanan  Proyek tersebut (CV Suara Perkas) serta instansi terkait, harus bertanggung jawab atas adanya kerusakan tersebut. Hal ini jelas tidak akan mampu memberikan manfaat yang maksimal bagi masyarakat.

"Pondasi dan tebing beton akan terancam ambruk jika tanah timbunan terus menerus terkikis, hal ini terjadi akibat dari gagal konstruksi, karena diduga dikerjakan tidak sesuai dengan spesifikasi teknis" ujarnya.

Azhar Hamzah anggota Komisi III DPRD Kota Sungaipenuh saat diminta  tanggapannya mengaku mendapat adanya laporan dari masyarakat dan temuan dari rekan media. Maka  jika adanya pekerjaan yang rusak pihaknya akan membawa dan bahas ini ke Forum Komisi III.

“saya mendapat laporan adanya kerusakan atas proyek BPBD yang berlokasi di Sungai Bungkal tepatnya di belakang Mesjid Baitul Rahman, maka saya kan bahas di Forum DPRD Sungai Penuh Komisi III, Jika laporan masyarakat itu ada rusak, kita akan melakukan hearing dengan Dinas atau instansi terkait,” ujar Politisi Partai Gerindra saat dikonfirmasi wartawan.

Terpisah, Sayindra PPTK Proyek BPBD dikonfirmasi mengatakan, proyek tersebut dalam tahap pemeliharaan.

 “Sekarang dalam tahap pemeliharaan, rekanannya langsung tanggap dan sedang di perbaikan,” katanya.

(Sumber:wartacika)

Tidak ada komentar