Pembangunan Puskesmas Simpang Tutup Diduga Tidak Sesuai Petunjuk Teknis

Kerinci, KK - Pembangunan Puskesmas Simpang Tutup Kabupaten Kerinci Tahun Anggaran 2020 yang menelan anggaran Rp.372.200.000. yang dilaksanakan oleh CV. Budi Utama, sumber dana DAU, diduga proyek separo nyolong (SPANYOL).

Pasalnya, pasca dikerjakan oleh rekanan, banyak ditemukan keretakan pada dinding, jendela dan pekerjaan lantai bangunan dan coran tiang yang kembung (bunting.red) serta pengerjaan plasteran yang diduga asal jadi, sehingga kuat dugaan pekerjaan tersebut tidak mengacu pada spesifikasi teknis dan perencanaan, kuat dugaan pihak rekanan tidak memperhatikan kualitas pekerjaan dan terindikasi hanya menginginkan keuntungan besar tanpa memperhatikan kualitas.

Aktivis Asal Kerinci yang akrab disapa Indra Komano angkat bicara terkait pembangunan fisik Puskesmas Simpang Tutup yang terkesan merugikan keuangan Negara. Dia menyesalkan atas pihak rekanan yakni CV. Budi Utama yang melaksanakan kegiatan tersebut tidak memperhatikan kualitas pekerjaan.

Dan dia menganggap hal yang lebih aneh lagi terjadi, pihak Dinas Kesehatan selaku pengguna anggaran dan pejabat pembuat komitmen (PPK) dan PPTK menerima hasil pekerjaan tersebut tanpa memperhatikan kualitas fisik dilapangan, seharusnya pihak Dinas menolak hasil pekerjaan tersebut.

"Proyek Dinas Kesehatan tahun anggaran 2020 pada pembangunan Puskesmas Simpang Tutup (DAU) kita duga keras asal-asalan, tidak sesuai spesifikasi, dan perencanaan yang ditetapkan, seharusnya pembangunan Puskesmas ini diawasi oleh Dinas, bukan membiarkan rekanannya nyolong, ya beginilah jadinya, kita duga cacat konstruksi," ujar Indra pada media ini, Senin pagi (11/1/21) di Sungai Penuh.

Lebih jauh dia mengatakan, proyek pembangunan Puskesmas Simpang Tutup tersebut diduga bukan orang yang profesional dalam bekerja, kuat dugaan bukan seorang yang menguasai tehnik konstruksi, wajar saja hasilnya jadi gagal konstruksi, orang yang biasanya cuci piring disuruh bangun Puskesmas, maka wajar menghasilkan proyek Spanyol, terangnya.

Indra juga menambahkan, paket proyek pembangunan Puskesmas Simpang Tutup Kabupaten Kerinci, yang menelan dana Rp.372.200.000 juta yang dilaksanakan oleh CV. Budi Utama tersebut, seharusnya di buku hitamkan, karena diduga tidak tunduk pada petunjuk teknis dan mengabaikan undang-undang pengadaan barang dan jasa yang sudah ditetapkan oleh Pemerintah, urainya.

Kuat dugaan Pihak rekanan yakni CV. Budi Utama alergi dengan wartawan serta lembaga kontrol sosial lainnya, sehingga belum dapat dikonfirmasi terkait temuan lapangan.

Sementara itu, pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Kerinci selaku Pengguna anggaran dan pejabat pembuat komitmen PPK dan PPTK, hingga saat ini belum bisa dikonfirmasi, Hermendizal Kepala Dinas Kesehatan terkesan tidak koperatif saat awak mesia beeusaha menemui, bahkan mengelak dengan alasan yang tak jelas.
(Ed'S)

Tidak ada komentar