Resses Fiktif Modus Baru Kenakalan Anggota DPRD Kabupaten Kerinci

Kerinci.KK. Kejahatan di Indonesia makin hari, modusnya kian bertambah. Kali ini, aroma baru tercium pada lembaga terhormat Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten Kerinci.

Resses yang semestinya sebagai sebuah wadah bagi rakyat menyampaikan aspirasi pada anggota DPRD sebagai wakilnya diparlemen, ternyata dimanfaatkan oleh sejumlah oknum nakal anggota legislatif tersebut untuk memperkaya dirisendiri. Dengan menyampaikan SPJ Fiktif kepihak Sekretariat Dewan. Mulai dari memanipulasi absen, dokumen photo hingga makan minum peserta dan sewa gedung, semuanya lahap habis.

Hal tersebut seperti ditemukan media ini beberapa waktu terakhir di wilayah daerah Pemilihan kecamatan Sitinjau laut, Batang Merangin, dan Danau Kerinci. Berdasarkan pengakuan beberapa Kepala desa diwilayah tersebut, sejumlah anggota DPRD tanpa malu meminta tanda tangan SPPD resses yang kegiatan tersebut tanpa dilaksanakan sama sekali. Padahal seharusnya kegiatan ini mutlak harus dilaksanakan walau harus dengan mengikuti protokol kesehatan.

Pihak Sekretariat DPRD Kabupaten Kerinci hingga saat ini belum memberikan komentar, hanya saja sebuah pengakuan dari beberapa staf yang mengaku seringkali ribut dengan anggota DPRD karena banyaknya kejanggalan dalam SPJ yang diserahkan. "Kito cuma staf, maleh ribut dengan uhang itu, maso iyo dana segitu nak dimakan jugo" ujar sumber dengan dialek daerahnya.

Menurut Edia (Direktur LSM Gasak), hal ini jelas sebuah bentuk pelanggaran yang tidak bisa ditolerir, hal tersebut amat bertentangan dengan UU MD3 dan aturan lainnya yang mengikat.

"Selaku wakil rakyat, seharusnya mereka dapat memberikan contoh yang baik, bukan malah mengibuli rakyatnya dengan cara yang culas, bisa hancur negeri ini" keluhnya.
(ENG).



Tidak ada komentar