Anggaran Fantastis, Reses diduga Sebagai Celah Memperkaya Diri Anggota DPRD Kabupaten Kerinci

Kerinci-KK. "Anggaran Fantastis, Reses diduga sebagai celah memperkaya diri anggita DPRD Kabupaten Kerinci" hal ini diungkapkan langsung oleh Mantan Anggota DPRD Kerinci periode 2014/2019 ketika ditemui Senin (08/02/2021).

Reses Anggota DPRD yang dilaksanakan setidaknya 3 periode dalam satu tahun, merupakan agenda rutin bersama masyarakat dalam wilayah dapil untuk perumusan perencanaan pembangunan secara berkala.

Reses juga sangat dipandang perlu dilaksanakan oleh Anggota DPRD agar komunikasi bersama masyarakat terjalin dengan baik, selain itu Anggota DPRD juga sudah didanai untuk melaksanakan kegiatan rutin tersebut agar aspirasi masyarakat bisa terserap dan diperjuangkan digedung kehormatan.

"Salah satu mantan Anggota DPRD Kabupaten Kerinci menuturkan, Anggota DPRD ada dari rakyat untuk rakyat yang dipilih dengan sistim demokrasi diantara banyak calon, yang dianggapnya benar dan mampu mewakili suara rakyat di gedung perlemen.

Pada periode terdahulu untuk kabupaten Kerinci, setiap Anggota DPRD juga mempunyai agenda tahunan reses paling tidak tiga hingga lima kali dalam kurun waktu satu tahun, dengan alokasi dana ditiap ressesnya bekisar Rp.15.000.000, 00.- ditambah Intensif Reses Ro. 10. 000. 000, 00.-. Jadi setidaknya ada Rp. 25. 000. 000, 00.- yang diterima para Anggota DPRD setiap 1 kali Reses, dan kabarnya pada periode ini terjadi penambahan anggaran untuk kegiatan tersebut.

"Jika dikalkulasikan 3 kali periode reses saja, maka setidaknya ada sekitar Rp. 2. 250. 000. 000, 00.- uang yang harus dikeluarkan untuk kegiatan tersebut. Amat sayang jika anggaran ini dijadikan sebagai ajang memperkaya diri anggota legislatif. jadi tidak ada alasan lagi Anggota DPRD untuk molor dan terkesan diam untuk memperjuangkan aspirasi rakyat dengan kucuran dana oleh negara" Ungkapnya.

Lebih lanjut ia juga meminta Anggota DPRD mampu bersinergi bersama rakyat untuk memajukan wilayah dapilnya masing-masing demi terwujudnya peningkatan, pemerataan pembangunan disegala lini, diatas sebuah kepentingan.

"Jagalah amanah dari rakyat dengan baik, bukan malah muncul dan hadir saat musim kampanye saja. Safari dan kursi empuk adalah milik rakyat, dalam hal itu jangan kecewakan rakyat" Tutupnya
 
Ditempat terpisah, Direktur LSM Gasak Edia Satria menilai, Resses yang sebenarnya punya tujuan mulia, ternyata banyak dimanfaatkan oleh sejumlah oknum Anggota DPRD Nakal dengan menyampaikan SPJ Fiktif ke Sekretariat Dewan tanpa melaksanakan kegiatan yang dimaksud, dan hal ini nampak tanda tangan daftar hadir dan dokumentasi di SPJ reses sebelumnya yang kelihatan dimanipulasi. 

"Dari tanggal 04 februari kemaren sampai hari ini (senin, 08/02/2021), kita sudah melakukan penulusuran kebebrapa wilayah, hanya sebagian kecil anghota DPRD Kabupaten Kerinci yang melaksanakan Reses didaerahnya, bahkan ini diakui oleh beberap Kepala Desa" ungkapnya.

(Sumber:jendela publik).

Tidak ada komentar