Ada Dugaan Mark Up pada Pekerjaan Pondasi Gedung PAUD Desa Tanjung Tanah

Kerinci-KK.
Banyaknya para Pjs. Kepala Desa yang diduga melakukan sejumlah penyimpangan pada Dana Desa, membuat aktivis merasa gerah. Tak terkecuali seperti yang ditemukan di desa Tanjung Tanah kecamatan Danau Kerinci.

Saukani, SE yang dipercaya sebagai Pj. Kepala desa, diduga dengan sengaja melakukan markup pada biaya pembuatan Pondasi gedung PAUD dalam jumlah yang tidak sepadan. Dengan dana berkisar Rp. 294 juta, ternyata hanya menghasilkan pondasi dengan kualitas dan ukuran yang minim.

"Ini jelas sebuah kejanggalan, masa dengan dana begitu besar, pekerjaan hanya menghasilkan pindasi gedung yang seperti ini" ujar Yusuf Basri dari GMPKN, ketika bersama media ini turun kelokasi. Menurutnya, ini ada dugaan kuat telah terjadi sejumlah manipulasi, sebab berdasarkan pengakuan sejmlah pihak, transparansi pengeloaan dana desa Tanjung Tanah juga dinilai tidak ada, sehingga menimbilkan gejolak ditengah masyarakat.

Bahkan Direktur LSM Gasak Edia Satria ketika dimintai komentarnya menyampaikan kalau ini sebuah kesengajaan yang kelewatan batas, sebab oknum Pj. Kepala desa tersebut seolah tak menggubris sejumlah masukan dari berbagai lembaga kontrol sosial, dan pihak terkait seakan menutup mata atas adanya perihal tersebut.

"Harus ada langkah hukum, jika tetap dibiarkan, akan dapat memberikan dampak negatif yang besar ditengah masyarakat" ujarnya.
(Red)




Tidak ada komentar