Kenduri Sko Sebagai Ajang Promosi Budaya dan Wisata

Kerinci-Kk.
Upacara sakral adat Kenduri Sko yang biasanya digelar oleh masyarakat Kerinci ternyata tidak hanya seremonial saja, disamping sebagai bentuk wujud syukur kehadirat yang kuasa dan penghormatan terhadap para leluhur, kenduri sko juga telah memberikan pengaruh yang besar pada sektor Budaya dan Pariwisata.

Melalului upacara tersebut, secara tidak langsung juga telah menjadikannya sebagai bentuk promosi budaya dan wisata daerah setempat, dikarenakan berbagai agenda yang dilaksanakan didalamnya bukan hanya mengandung unsur mistik, namun juga kemeriahan yang menakjubkan. Seperti yang baru-baru ini digelar masyarakat lima desa Tanjung Pauh Mudik. 

Kegiatan yang dihadiri oleh wakil gubernur Jambi Abdullah Sani, Bupati Kerinci Adi Rozal dan sejumlah tamu penting  dari dalam dan luar daerah, serta tumpah ruahnya masyarakat setidaknya memberikan manfaat yang besar bagi promosi san pengembangan budaya daerah.

Sesepuh adat lima desa, Udin Ramli menyampaikan, kenduri Sko yang masih terus dilestarikan di Bumi Sakti Alam Kerinci ini, menjadi wadah memperkokoh adat istiadat bagi masyarakat Kerinci yang disebut anak jantan dan anak betino.

Kenduri Sko lima Desa Tanjung Pauh Mudik kali ini bertajuk "Lestarikan Adat, Teguhkan Syariat, dan Perkokoh Silaturrahim", memaknai Adat Bersandi Syara', Syara' bersandi Kitabullah.

Para tamu undangan yang hadir disuguhkan berbagai penampilan kesenian dari masyarakat, mulai silat pedang, tari iyo-iyo, tari masal, dan tari tudung kreasi pemuda kreatif lima desa Tanjung Pauh Mudik. 


"Kenduri Sko lima Desa Tanjung Pauh Mudik ini merupakan budaya dari leluhur nenek moyang, dengan tujuan untuk mengajak seluruh masyarakat selalu melesrarikan adat istiadat, meneguhkan Syariat dan memperkokoh silaturrahim," ungkapnya.

Menurut dia, pentingnya melestarikan adat, agar tatanan kehidupan masyarakat selalu melangkah sesuai dengan adat istiadat yang menjadi budaya dari leluhur, selain itu agar generasi muda sebagai penerus dapat ikut melestarikan adat diperadaban hingga nanti.

Tak lupa, Depati Anum menyampaikan perkembangan di lima Desa Tanjung Pauh Mudik dan sejumlah potensi yang ada. Apalagi saat ini, sedang dibangun Pondok Pesantren sebagai tempat menimba ilmu pengetahuan dan agama, yang sejak dulu memang Tanjung Pauh kental dengan nilai agama.

"Masyarakat Tanjung Pauh ini juga umumnya bertani padi sawah, dengan jumlah ribuan ton tiap tahun. Salah satu kendala saat ini, jembatan sungai Batang Merao, sudah tidak memadai untuk sarana angkutan hasil pertanian, semoga hal ini dapat menjadi perhatian dari pemerintah daerah," jelasnya.


Bupati Kerinci, Adirozal, dalam sambutannya, mengapresiasi tinggi digelarnya Kenduri Sko lima Desa Tanjung Pauh Mudik ini. 

Sementara itu, Wakil Gubernur Jambi, Abdullah Sani, dalam sambutannya, mengaku terharu dengan pergelaran Kenduri Sko ini. Tak menyangka acara Kenduri Sko begitu meriah.

"Dengan Kenduri Sko ini, saya merasakan betapa akrab, penuh kekeluargaan, dan kuatnya persaudaraan dan persatuan masyarakat 5 Desa Tanjung Pauh Mudik," ungkapnya penuh haru.

"Atas nama pemerintah Provinsi Jambi, saya mengucapkan terima kasih atas sambutan yang luar biasa ini, saya yakin masyarakat lima Desa Tanjung Pauh Mudik akan terus melestarikan dan membudayakan adat istiadat dalam berbagai tatanan bermasyarakat," ungkapnya.

Tidak ada komentar