Kenduri Sko Tanjung Pau Mudik Berlangsung Spektakuler

Kerinci-KK.
Upacara sakral adat Kenduri Sko di lima Desa Tanjung Pauh Mudik berlangsung khidmat dan menakjubkan. Sko leluhur kembali diturunkan setelah 7 tahun berselang, sejak kenduri sko terakhir 2015 silam.

Penurunan sko tersebut disaksikan langsung oleh Pucuk Adat Depati Anum, Anderson, dan seluruh depati Kedepatian Tanjung Pauh. Saat Sko yang dibalut dengan kain itu, diturunkan perlahan melalui jendela salah satu rumah di larik Koto Tuo, suasana sakral adat kian terasa. Diikuti dengan petuah sesepuh adat lima desa, Udin Ramli, dan dilanjut dengan silat pedang yang memukau. Sko kemudian diarak dikawal hulu balang menuju rumah gedang untuk prosesi ritual adat. 

Kenduri Sko yang masih terus dilestarikan di Bumi Sakti Alam Kerinci ini, menjadi wadah memperkokoh adat istiadat bagi masyarakat Kerinci yang disebut anak jantan dan anak betino.

Kenduri Sko lima Desa Tanjung Pauh Mudik kali ini bertajuk "Lestarikan Adat, Teguhkan Syariat, dan Perkokoh Silaturrahim", memaknai Adat Bersandi Syara', Syara' bersandi Kitabullah.

Kegiatan yang digelar di dua lokasi itu, mengusung acara yang berbeda. Di lokasi pertama, Larik Koto Tuo, kegiatan utama Kenduri Sko digelar, para pemangku adat duduk bersila, membaca petuah adat kepada anak jantan dan anak betino, agar masyarakat yang selama ini mentaati hukum adat, dapat terus ditegakkan dan diperkuat.

Ribuan masyarakat tumpah ruah menyaksikan rangkaian acara, tarian iyo-iyo tampil memukau, seni bela diri silat pedang yang diperagakan lintas usia, mulai anak-anak, remaja, dan orang dewasa juga tampil takjub. Ayunan pedang silih beradu yang disertai tarian silat.

Sementara di lokasi kedua lapangan terbuka, Bukit Pulai, digelar seremonial Festival Kenduri Sko, yang dihadiri langsung Wakil Gubernur Jambi, Abdullah Sani, dan jajaran pejabat Pemprov Jambi. Bupati Kerinci, H Adirozal, dan jajaran Pemkab Kerinci, serta unsur Forkopimda dan Sekda Sungaipenuh, juga hadir memeriahkan perhelatan adat itu.

Para tamu undangan yang hadir disuguhkan berbagai penampilan kesenian dari masyarakat, mulai silat pedang, tari iyo-iyo, tari masal, dan tari tudung kreasi pemuda kreatif lima desa Tanjung Pauh Mudik. 

Pada kesempatan ini, Depati Anum, Anderson, dalam sambutannya mengucapkan ribuan terima kasih kepada Wakil Gubernur Jambi, Bupati Kerinci dan seluruh tamu undangan yang hadir. 

"Kenduri Sko lima Desa Tanjung Pauh Mudik ini merupakan budaya dari leluhur nenek moyang, dengan tujuan untuk mengajak seluruh masyarakat selalu melesrarikan adat istiadat, meneguhkan Syariat dan memperkokoh silaturrahim," ungkapnya.

Menurut dia, pentingnya melestarikan adat, agar tatanan kehidupan masyarakat selalu melangkah sesuai dengan adat istiadat yang menjadi budaya dari leluhur, selain itu agar generasi muda sebagai penerus dapat ikut melestarikan adat diperadaban hingga nanti.

Tak lupa, Depati Anum menyampaikan perkembangan di lima Desa Tanjung Pauh Mudik dan sejumlah potensi yang ada. Apalagi saat ini, sedang dibangun Pondok Pesantren sebagai tempat menimba ilmu pengetahuan dan agama, yang sejak dulu memang Tanjung Pauh kental dengan nilai agama.

"Masyarakat Tanjung Pauh ini juga umumnya bertani padi sawah, dengan jumlah ribuan ton tiap tahun. Salah satu kendala saat ini, jembatan sungai Batang Merao, sudah tidak memadai untuk sarana angkutan hasil pertanian, semoga hal ini dapat menjadi perhatian dari pemerintah daerah," jelasnya.


Bupati Kerinci, Adirozal, dalam sambutannya, mengapresiasi tinggi digelarnya Kenduri Sko lima Desa Tanjung Pauh Mudik ini. Menurut dia, kegiatan Kenduri Sko seperti ini sangat penting untuk memahami adat istiadat.

"Saya mengajak kepada seluruh masyarakat lima Desa Tanjung Pauh Mudik untuk terus melestarikan adat dan membudayakan nilai-nilai adat istiadat dalam kehidupan sehari-hari," terangnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Jambi, Abdullah Sani, dalam sambutannya, mengaku terharu dengan pergelaran Kenduri Sko ini. Tak menyangka acara Kenduri Sko begitu semeriah.

"Dengan Kenduri Sko ini, saya merasakan betapa akrab, penuh kekeluargaan, dan kuatnya persaudaraan dan persatuan masyarakat 5 Desa Tanjung Pauh Mudik," ungkapnya penuh haru.

"Atas nama pemerintah Provinsi Jambi, saya mengucapkan terima kasih atas sambutan yang luar biasa ini, saya yakin masyarakat lima Desa Tanjung Pauh Mudik akan terus melestarikan dan membudayakan adat istiadat dalam berbagai tatanan bermasyarakat," ungkapnya.

Tidak ada komentar