LSM Gasak dan GMPKN Minta Kejari Sungai Penuh Serius Menanggapi Laporan Masyarakat

Kerinci-KK.
Selaku lembaga kontrol sosial, Ketua haian Lembaga Swadaya Gabungan Aliansi Sakti (LSM Gasak) Mulyono, meminta agar pihak Kejaksaan Negeri Sungai Penuh untuk lebih serius dalam menindak lanjuti setiap laporan masyarakat.

Hal ini diungkapkan Mulyono kemedia ini beberapa waktu yang lalu. Menurutnya dari pantauan LSM Gasak, ada banyak laporan masyarakat dan lembaga yang seolah diabaikan oleh pihak Kejari, tentunya hal ini menimbulkan kekecewaan yang berbuah pada ketidak percayaan akan kinerja aparat penegak hukum disana.

"Ya, kami menilai adanya ketidak seriusan aparat hukum, dalam hal ini Kejaksaan Negeru Sungai Penuh dalam menangani laporan masyarakat, sebab ini sudah kami rasakan sendiri, tanpa dimintai keterangan pelapor, pihak Kejari seringkali mengambil langkah yang tak jelas, begitu juga berkas yang merupakan limpahan dari Kejaksaan Tinggj Jambi" ujar Mulyono.

Seperti halnya laporan LSM Gasak terkait praktek KKN pada Dinas Pertanian dan Holtikultura kabupaten Kerinci, berdasarkan hasil koordinasi dengan Kejaksaan Tinggi Jambi, ternyata laporan tersebut telah dilkmpahkan ke Kejari Sungai Penuh beberapa bulan yang lalu, namun lucunya, hingga saat ini belum pernah sekalipun pihak Kejari memberitahukan sejauh mana proses hukumnya, bahkan seolah mengelak ketika jajaran pengurus LSM Gasak mencoba menyambangi pihak Kejari Sungai Penuh, tentunya hal ini membuatvtansa tanya besar, ada apa dibalik semua ini.

Melalui media ini, Mulyono berharap pada Kejaksaan Agung Republik Indonesia, melalui Kejaksaan Tinggi Jambi untuk mengevaluasi kembali kinerja dari Kejaksaan Negeri Sungai Penuh, demi tegaknya suvremasi hukum di Indonesia, khususnya kabupaten Kerinci dan kota Sungai Penuh.

Hal senada juga disampaikan oleh Ketua Umum GMPKN Yusuf Basri selaku salah satu lembaga pelapor, " terkait laporan tersebut, jika tidak juga di tindak lanjuti oleh pihak kejaksaan Sungai Penuh, bukan tidak mungkin kita akan melangkah kejenjang yang lebih tinggi" ungkapnya.

Hingga berita ini dipublish, pihak Kejaksaan Negeri Sungai Penuh belum memberikan komentar, walau awak media ini sudah berusaha berulang kali menjalin kominikasi.
(Red)

Tidak ada komentar