Kayu Sigi, Termaktub Dalam Al-Qur'an Ternyata Ada di Kerinci


Kerinci-KK.

Ulama yang juga seorang guru besar dan tokoh Nasional Prof. Imam Suprayogo adalah akademisi yang kali pertama mengungkapkan keberadaan kayu Sigi ini di Kerinci. Pernyataan itu ia sampaikan saat bersambang ke Kerinci, di sela-sela menyambut hari raya Idul Adha.

Semua orang tercengang. Informasi yang disampaikan Prof Imam itu membuat warga Kerinci terheran-heran.


Pembina Yayasan Universitas Tebu Ireng sekaligus mantan Rektor UIN Malang 2 Periode itu menukil tafsir Prof Muhammad Yunus, yang menguak keberadaan kayu di dalam Alquran itu, hanya berada di Kerinci.

Surat Yasin ayat 80 itu berbunyi “Tuhan yang menjadikan untukmu api dari kayu yang hijau, maka tiba-tiba kamu nyalakan (api) dari kayu itu”.

Menurut Prof Imam Suprayogo, dalam tafsirnya, Prof Muhammad Yunus menyebut kayu yang memiliki ciri seperti disebutkan di surat Yasin itu, hanya berada di Kerinci.

“Kayu seperti ini ada kita lihat di negeri Kerinci (Sungai Penuh), Sumatera Tengah…,” Tulis Prof Muhammad Yunus, dalam tafsirnya, yang telah dibukukan puluhan tahun silam itu.

Saat berkunjung ke Kerinci, belum lama ini, Prof Imam Suprayogo sengaja mencari tahu ihwal kayu Sigi tersebut. Syukurlah…usahanya berhasil.

Prof Imam juga sempat menguji kayu yang masih basah itu, dengan membakarnya. Rupanya betul-betul terbakar. Anehnya, kobaran api tak segera menghanguskan dan menghabiskan si kayu. Ia terus menyala, seperti sebuah lentera dan lilin.

“Saya mendorong para ilmuwan untuk melakukan penelitian lebih mendalam lagi tentang kayu ajaib ini. Apa istimewanya sehingga disebut oleh Al-Qur’an. Dan kayu ini hanya ada di Kerinci, yang disebut daerah sekepal tanah surga,”kata Prof Imam.

Prof Imam sampai mendemonstrasikan kayu sigi ini ke beberapa komunitas dan koleganya sesama akademisi. Umumnya mereka takjub.

“Sebagian langsung kepingin berwisata ke Kerinci untuk lihat jenis pohon ajaib yang dimaksud itu,”ujar Prof Imam.

Prof Imam mendorong pemerintah Kabupaten Kerinci, Sungai Penuh dan Pemprov Jambi mempromosikan kayu Sigi ini, sebagai destinasi wisata dunia. Sebab, kayu ini satu-satunya hanya ada dan tumbuh di Kerinci.

“Rasanya bagus jika dibuat wisata pohon ajaib, wisata religi di Kerinci. Orang-orang pasti penasaran dan ingin melihat pohon ajaib di dalam Alquran ini,” ujarnya.

Prof Imam lalu membagikan pengalamannya saat berkunjung ke New Zealand. Sekedar burung kiwi saja bisa menarik wisatawan dari berbagai belahan dunia.

“Padahal apa menariknya sekedar burung kiwi. Demikian pula di Brussel, Belgia. Hanya patung berupa anak kencing saja dijadikan obyek wisata,”ujarnya.

Menurut Prof Imam, promosi wisata tumbuhan ajaib berupa kayu Sigi ini jauh lebih menarik dan bermanfaat.

“Karena dia tercatat di kitab suci. Pasti memiliki daya tarik luar biasa. Namun jangan sampai pohon itu punah hingga orang Kerinci saja tidak mengenal,”tegasnya.(*)

Tidak ada komentar